TREND HARGA BERAS DI INDONESIA 2017-2025 DIBANDINGKAN DENGAN INFLASI
TREND HARGA BERAS DI INDONESIA 2017-2025 DIBANDINGKAN DENGAN INFLASI
Diterbitkan : Rab, 7 Oktober 2026
Penulis : Divisi Humas
India overtakes China to become world’s largest___

Persentase menunjukkan selisih antara perubahan harga beras pada Mei dibandingkan dengan Mei tahun sebelumnya dan tingkat inflasi tahunan pada Mei. Perbandingan ini membantu melihat apakah harga beras bergerak lebih cepat, sejalan, atau lebih lambat daripada harga barang dan jasa secara umum. Nilai positif menunjukkan bahwa harga beras naik lebih cepat daripada inflasi. Sebaliknya, nilai negatif menunjukkan bahwa harga beras naik lebih lambat daripada inflasi atau bahkan mengalami penurunan ketika inflasi masih berada pada posisi positif. Semakin besar nilai positif, semakin jauh kenaikan harga beras berada di atas tingkat inflasi. Sebaliknya, semakin besar nilai negatif, semakin rendah perubahan harga beras dibandingkan dengan tekanan inflasi secara keseluruhan.

  1. Tahun 2018 = +0,94%

Pada Mei 2018, harga beras grosir mencapai Rp11.943 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 4,17% dibandingkan Mei 2017. Pada periode yang sama, inflasi tahunan mencapai 3,23%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga beras naik sedikit lebih cepat daripada harga barang dan jasa secara umum. Selisih kedua perubahan tersebut mencapai +0,94%.

2. Tahun 2018 = +0,94%

    Pada Mei 2019, harga beras grosir berada di sekitar Rp12.008 per kilogram. Angka tersebut hanya meningkat sekitar 0,54% dibandingkan Mei 2018. Sementara itu, inflasi tahunan pada Mei 2019 mencapai 3,32%. Artinya, harga beras naik jauh lebih lambat daripada harga barang dan jasa secara umum. Selisih kedua perubahan tersebut mencapai −2,78%.

    3. Tahun 2020 = +0,18%

    Pada Mei 2020, harga beras grosir mencapai Rp12.293 per kilogram. Angka tersebut meningkat sekitar 2,37% dibandingkan Mei 2019. Pada periode yang sama, inflasi tahunan berada di angka 2,19%. Harga beras dengan demikian naik sedikit lebih cepat daripada inflasi. Perbedaan kedua angka tersebut hanya mencapai +0,18%, sehingga pergerakannya masih relatif sejalan.

    4. Tahun 2021 = −17,20%

    Pada Mei 2021, harga beras grosir turun cukup tajam menjadi sekitar Rp10.385 per kilogram. Harga tersebut turun sekitar 15,52% dibandingkan Mei 2020. Pada periode yang sama, inflasi tahunan masih berada di angka 1,68%. Kondisi ini menunjukkan perbedaan yang cukup besar: ketika harga barang dan jasa secara umum masih naik, harga beras justru turun cukup tajam. Perbedaan perubahan harga beras dan inflasi mencapai −17,20%. Angka tersebut menjadi selisih terbesar selama periode 2018–2025.

    5. Tahun 2022 = −2,94%

    Pada Mei 2022, harga beras grosir mencapai sekitar Rp10.448 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 0,61% dibandingkan Mei 2021. Sementara itu, inflasi tahunan pada Mei 2022 mencapai 3,55%. Meskipun harga beras mengalami kenaikan, peningkatannya masih jauh lebih rendah daripada kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Selisih kedua perubahan tersebut mencapai −2,94%.

    6. Tahun 2023 = +11,84%

    Pada Mei 2023, harga beras grosir meningkat cukup tajam hingga mencapai Rp12.103 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 15,84% dibandingkan Mei 2022. Sementara itu, inflasi tahunan pada Mei 2023 berada di angka 4,00%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga beras meningkat jauh lebih cepat daripada harga barang dan jasa secara umum. Selisih kedua perubahan tersebut mencapai +11,84%. Perubahan ini menjadi salah satu kenaikan harga beras paling menonjol selama periode pengamatan.

    7. Tahun 2024 = +8,47%

    Pada Mei 2024, harga beras grosir kembali meningkat menjadi sekitar Rp13.471 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 11,30% dibandingkan Mei 2023. Sementara itu, inflasi tahunan pada Mei 2024 berada di angka 2,84%. Harga beras dengan demikian tumbuh jauh lebih cepat daripada harga barang dan jasa secara umum. Selisih kedua perubahan tersebut mencapai +8,47%.

    8. Tahun 2025 = +0,36%

    Pada Mei 2025, harga beras grosir mencapai sekitar Rp13.735 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 1,96% dibandingkan Mei 2024. Pada periode yang sama, inflasi tahunan berada di angka 1,60%. Harga beras masih naik sedikit lebih cepat daripada inflasi, tetapi perbedaannya relatif kecil. Selisih kedua perubahan tersebut hanya mencapai +0,36%.

    Kesimpulan

    Dari 2017 hingga 2025, harga beras grosir menunjukkan pola yang berfluktuasi, bukan terus meningkat setiap tahun. Penurunan paling tajam terjadi pada 2021, ketika harga beras turun sekitar 15,52% dibandingkan Mei 2020. Sebaliknya, kenaikan paling besar terjadi pada 2023, ketika harga beras meningkat sekitar 15,84% dibandingkan Mei 2022.

    Daftar Referensi:

    1. BPS – Harga Beras Grosir: Data rata-rata harga beras di tingkat perdagangan besar (grosir) diperoleh dari Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mjk1IzI= /rata-rata-harga-beras-di-tingkat-perdagangan-besar-grosir-indonesia.html
    2. Kementerian Pertanian: Informasi harga komoditas pertanian diperoleh dari buku Statistik Harga Komoditas Pertanian Tahun 2021, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buku_Statistik_Harga_Komoditas_Pertanian_Tahun_2021_-_publish.pdf
    3. Inflasi 2018–2019: Data inflasi tahunan 2018 (3,13%) dan 2019 (2,72%) diperoleh dari Bisnis.com (2 Januari 2020) yang mengutip BPS, berjudul “BPS: Inflasi Sepanjang 2019 Capai 2,72 Persen”. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200102/9/1186253/bps-inflasi-sepanjang-2019-capai-272-persen
    4. Inflasi 2020–2021: Data inflasi tahunan 2020 (1,68%) dan 2021 (1,87%) diperoleh dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (3 Januari 2022). https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3578/ditengah-peningkatan-inflasi-global-laju-inflasi-indonesia-tahun-2021-tetep-terkendali-rendah-dan-stabil
    5. Inflasi 2022 (BPS): Data inflasi Desember 2022 sebesar 5,51% diperoleh dari rilis Badan Pusat Statistik (2 Januari 2023). https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2023/01/02/1949/inflasi-year-on-year–y-on-y–pada-desember-2022-sebesar-5-51-persen–inflasi-tertinggi-terjadi-di-kotabaru-sebesar-8-65-persen-.html
    6. Inflasi 2023 (Bank Indonesia): Data inflasi 2023 sebesar 2,61% diperoleh dari siaran pers Bank Indonesia berjudul “Inflasi 2023 Terjaga dalam Kisaran Sasaran”. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_260124.aspx
    7. Inflasi 2024 (BPS): Data inflasi Desember 2024 sebesar 1,57% diperoleh dari rilis Badan Pusat Statistik (2 Januari 2025). https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2025/01/02/2397/pada-desember-2024-inflasi-year-on-year–y-on-y–adalah-sebesar-1-57-persen-.html
    8. Inflasi 2025 (BPS): Data inflasi Desember 2025 sebesar 2,92% diperoleh dari rilis Badan Pusat Statistik (5 Januari 2026). https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/01/05/2527/inflasi-year-on-year–y-on-y–pada-desember-2025-sebesar-2-92-persen.html
    Bank Data
    0 0 votes
    Article Rating
    Subscribe
    Notify of
    guest
    0 Comments
    Oldest
    Newest Most Voted

    Artikel Lainnya

    Ketika Media Sosial Membentuk...
    Penulis : Kamlia Investasi kini tidak lagi hanya dibicarakan di ruang seminar, kantor perusahaan sekuritas, atau buku-buku ekonomi....
    Rab, 7 Oktober 2026 | 2:19
    Jika AI Bisa Mengajar...
    Penulis : Riswandi Paruh pertama pada tahun 2026, kecerdasan buatan generatif (generative artificial intelligence) bukan lagi sekadar wacana...
    Rab, 7 Oktober 2026 | 1:34
    [REPORT]
    Ahad, 4 Oktober 2026 Telah berlangsung Seminar Proposal NARASI (Nalar Riset dan Kolaborasi) secara luring yang bertempat di...
    Ming, 4 Oktober 2026 | 10:57
    [REPORT]
    Ahad, 4 Oktober 2026 Telah berlangsung Seminar Hasil Penelitian Eksternal Lembaga LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 di Gedung...
    Ming, 4 Oktober 2026 | 2:45