SISTEM PEMBELAJARAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 SEBAGAI PROTOTIPE PENDIDIKAN ABAD-21
SISTEM PEMBELAJARAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 SEBAGAI PROTOTIPE PENDIDIKAN ABAD-21
Diterbitkan : Ming, 5 Juli 2020
Penulis : Divisi Humas
pembelajaran-aktif

Sumber : https://www.sekolahdasar.net/

Penerapan pembelajaran pada abad-21 di Indonesia secara tidak langsung diberlakukan semenjak COVID-19 merebak di sejumlah daerah. Salah satunya dapat kita amati pada proses belajar mengajar yang berlangsung secara daring, meskipun secara teknis banyak hambatan yang terjadi terutama dari sisi geografis maupun ekonomi, namun penggunaan media daring di tengah pandemi merupakan alternatif yang paling sesuai agar proses pembelajaran tetap terlaksana.

Pendidikan pada abad-21 menjadi standar kemajuan bagi pendidikan Indonesia agar dapat bersaing di ranah internasional. Pendidikan di era tersebut memuat beberapa keterampilan yang setidaknya mesti dikuasai oleh peserta didik. Secara ringkas, keterampilan tersebut dapat kita lihat pada kerangka yang dibuat oleh WEF (world economic forum) yang mencantumkan 16 keterampilan pendidikan abad-21 yaitu : literasi (literacy), berhitung (numeracy),  literasi ilmiah (scientific literacy), literasi TIK (ICT literacy), literasi keuangan  (financial literacy), literasi budaya dan kewarganegaraan (cultural and civic literacy), pemikiran kritis/pemecahan masalah (critical thinking/problem-solving), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), keingintahuan (curiosity), inisiatif/prakarsa (initiative), kegigihan (persistence/grit), beradaptasi (adaptability), kepemimpinan (leadership), kesadaran sosial dan budaya (social and cultural awareness).

Kegiatan belajar mengajar selama pandemi mulai menuntut sejumlah aspek keterampilan tersebut, dimana peserta didik terlatih untuk bisa mandiri dalam proses belajarnya, memiliki kesadaran untuk mencari alternatif-alternatif belajar secara daring, punya keingintahuan untuk mencoba pengalaman belajar yang baru, dan perlahan beradaptasi dengan situasi belajar yang berubah. Kondisi demikian tidak hanya berimbas kepada peserta didik, guru pun mau tidak mau harus menyesuaikan mekanisme pengajaran, sehingga aneka aplikasi yang lazimnya tidak asing lagi digunakan pada proses pembelajaran mulai terjamah dan digunakan secara luas.

Model pendidikan abad-21 di Indonesia tentunya diharapkan dapat berlaku dengan serempak di seluruh wilayah, sebab tiap-tiap individu memiliki hak yang sama dalam mengenyam pendidikan. Tanpa mengesampingkan keterbatasan yang terdapat di beberapa daerah dan pandemi COVID-19 yang masih belum surut tingkat penyebarannya, memaksa orang-orang dari berbagai umur dan status sosial mendekam di rumah masing-masing agar mata rantai penyebaran virus terputus. Hal ini akhirnya berdampak pada aktivitas belajar mengajar yang kemudian secara serentak beralih menjadi via daring. Kerjasama antara pihak sekolah dan keluarga sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar tetap berjalan meski tidak dilakukan di lingkungan sekolah, sebagaimana pernyataan Ki Hajar Dewantara bahwa belajar dapat dilakukan dimanapun dan siapapun dapat berperan menjadi guru terlebih orang tua kepada anaknya.

Tentunya persoalan sistem pembelajaran di tengah pandemi sebagai prototipe pendidikan abad-21, bukan hanya terpaku pada pembelajaran secara daring, namun hal-hal yang mengiringi pembelajaran daring tersebutlah yang dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan abad-21 dapat tercapai. Sebagaimana disebutkan diawal, selain terbentuknya kemandirian, kemampuan adaptasi, penambahan wawasan literasi, rasa ingin tahu yang besar, serta kemampun berinisiasi pada peserta didik akibat adanya pergeseran rutinitas ketika virus mewabah, guru dan orang tua khususnya di daerah pelosok pun sadar bahwa dunia berkembang dan stagnan pada kebiasaan lama bukan hal yang tepat untuk dilakukan di segala macam kondisi, sehingga mendorong guru untuk lebih kreatif memberikan pengajaran kepada peserta didik dan orang tua menjadi lebih peka dalam memfasilitasi kebutuhan anak-anaknya pada jenjang studinya. Sejatinya hikmah dan pelajaran selalu ada dalam mengiringi setiap peristiwa yang terjadi.

Referensi :

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. (April 2020). BPIP: Mengembalikan Orang Tua Menjadi Guru Kehidupan. Dikutip dari https://bpip.go.id/bpip/berita/990/33/bpip-mengembalikan-orang-tua-menjadi-guru kehidupan.html.

Soffel, J. (10 Maret 2016). What are the 21st-Century Skills every Student needs?. Dikutip dari https://www.weforum.org/agenda/2016/03/21st-century-skills-future-jobs-students/.

Dewi, D.R. & Hamami, T. 2019. Pengembangan Kurikulum di Indonesia menghadapi tuntutan Kompetensi Abad ke-21. ­As-Salam. 8(1). 1-22.

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Lainnya

MANDIRI VS BRI VS...
Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui berbagai...
Kam, 27 Agustus 2026 | 4:54
10 PROVINSI DENGAN RASIO...
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Rasio Jenis Kelamin (RJK) atau Ratio Gender merupakan indikator yang digunakan...
Ming, 23 Agustus 2026 | 12:25
Penutupan Sidang Pleno Pengurus...
Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Sidang Pleno dengan semangat reflektif dan penuh harapan sebagai...
Kam, 13 Agustus 2026 | 3:05
Pembukaan Sidang Pleno Pengurus...
Telah berlangsung pembukaan Sidang Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026,...
Kam, 13 Agustus 2026 | 2:55