MANDIRI VS BRI VS BCA VS BNI: SIAPA YANG MENGELOLA DANA NASABAH TERBESAR?
MANDIRI VS BRI VS BCA VS BNI: SIAPA YANG MENGELOLA DANA NASABAH TERBESAR?
Diterbitkan : Kam, 27 Agustus 2026
Penulis : Divisi Humas
logo_bca,_bank_mandiri,_bni,_bri_(1)_1689600101

Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui berbagai produk perbankan, seperti giro, tabungan, dan deposito.

Dalam industri perbankan, dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh bank dikenal sebagai Dana Pihak Ketiga (DPK). Besarnya DPK menunjukkan jumlah dana yang dikelola suatu bank dari masyarakat melalui produk simpanan. Namun, besarnya DPK tidak dapat secara langsung diartikan sebagai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank karena jumlah tersebut juga dipengaruhi oleh skala usaha, jaringan, strategi penghimpunan dana, serta struktur bisnis masing-masing bank.

Berdasarkan data kinerja perbankan tahun 2026, empat bank besar Indonesia, yaitu Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI, sama-sama mengelola dana masyarakat hingga ribuan triliun rupiah.

Lantas, siapa yang mengelola Dana Pihak Ketiga terbesar di antara empat bank jumbo Indonesia tersebut?

1. Bank Mandiri — Rp1.730 Triliun

Bank Mandiri mencatatkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp1.730 triliun pada Juni 2026, menjadikannya sebagai bank dengan jumlah dana nasabah terbesar berdasarkan data yang digunakan.

Jumlah tersebut tumbuh sebesar 17,1 persen secara tahunan. Salah satu sumber pertumbuhan DPK Bank Mandiri berasal dari peningkatan dana deposito.

Selain itu, dana murah atau CASA Bank Mandiri mencapai sekitar Rp1.219,9 triliun. CASA merupakan gabungan dana yang berasal dari rekening giro dan tabungan.

Dengan jumlah DPK yang mencapai lebih dari Rp1.700 triliun, Bank Mandiri menjadi bank dengan dana masyarakat terbesar di antara empat bank yang dibandingkan.

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) — Rp1.555 Triliun

BRI berada pada posisi kedua dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp1.555 triliun berdasarkan data Triwulan I 2026.

DPK BRI mengalami pertumbuhan sekitar 9,4 persen secara tahunan. Sebagai salah satu bank dengan jaringan yang luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia, BRI memiliki basis nasabah yang besar, termasuk pada sektor mikro dan UMKM.

Dana murah atau CASA BRI tercatat mencapai sekitar Rp1.058,6 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang dihimpun BRI berasal dari produk giro dan tabungan.

Dengan DPK yang mencapai lebih dari Rp1.500 triliun, BRI menjadi salah satu bank dengan dana masyarakat terbesar di Indonesia.

3. Bank Central Asia (BCA) — Rp1.284 Triliun

BCA mencatatkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp1.284 triliun pada Juni 2026, dengan pertumbuhan sekitar 7,9 persen secara tahunan.

Salah satu karakteristik utama struktur pendanaan BCA adalah tingginya proporsi dana murah. Sekitar 84,3 persen dari total DPK BCA berasal dari CASA atau Current Account Saving Account.

Artinya, sebagian besar dana yang dihimpun BCA berasal dari giro dan tabungan dibandingkan deposito.

Meskipun secara total berada di bawah Bank Mandiri dan BRI, BCA memiliki komposisi dana murah yang tinggi dibandingkan bank besar lainnya dalam data yang digunakan.

4. Bank Negara Indonesia (BNI) — Rp1.100,18 Triliun

BNI mencatatkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp1.100,18 triliun pada Juni 2026.

Meskipun berada pada posisi keempat berdasarkan jumlah DPK, BNI mencatatkan pertumbuhan DPK tertinggi di antara bank-bank yang dibandingkan, yaitu sebesar 22,26 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh peningkatan dana deposito. Deposito BNI tercatat mengalami pertumbuhan sekitar 50,7 persen secara tahunan.

Dengan pertumbuhan lebih dari 22 persen, BNI menjadi bank dengan laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga tertinggi dalam perbandingan empat bank jumbo ini.

Siapa yang Unggul?

Jika dibandingkan berdasarkan jumlah Dana Pihak Ketiga, Bank Mandiri menjadi bank dengan dana nasabah terbesar, disusul oleh BRI, BCA, dan BNI.

Namun, setiap bank memiliki keunggulan berdasarkan indikator yang berbeda.

  • Bank Mandiri menjadi yang terbesar berdasarkan jumlah DPK dengan nilai mencapai sekitar Rp1.730 triliun.
  • BRI berada di posisi kedua dengan DPK mencapai sekitar Rp1.555 triliun serta memiliki dana murah lebih dari Rp1.000 triliun.
  • BCA menonjol melalui proporsi CASA yang mencapai 84,3 persen dari total DPK, menunjukkan dominasi dana giro dan tabungan dalam struktur pendanaannya.
  • BNI mencatatkan pertumbuhan DPK tertinggi, yaitu 22,26 persen secara tahunan.

Perbandingan ke 4 Bank Tersebut:

BankDana Pihak KetigaPeriode DataPertumbuhan YoYIndikator Unggulan
Bank MandiriRp1.730 triliunJuni 202617,1%DPK terbesar
BRIRp1.555 triliunMaret 20269,4%CASA Rp1.058,6 triliun
BCARp1.284 triliunJuni 20267,9%CASA 84,3% dari DPK
BNIRp1.100,18 triliunJuni 202622,26%Pertumbuhan DPK tertinggi

Lebih dari Rp5.600 Triliun Dana Nasabah

Jika seluruh DPK dari empat bank tersebut dijumlahkan berdasarkan data yang digunakan, nilainya mencapai lebih dari Rp5.600 triliun.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran empat bank jumbo dalam industri perbankan Indonesia. Dana masyarakat yang dihimpun kemudian menjadi salah satu sumber pendanaan yang dapat digunakan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi, termasuk dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.

Secara keseluruhan, Bank Mandiri masih memimpin berdasarkan jumlah Dana Pihak Ketiga. Namun, BRI, BCA, dan BNI memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing dalam struktur pendanaan serta pertumbuhan dana yang dihimpun.

Catatan: Data dalam perbandingan ini menggunakan periode publikasi yang tersedia pada tahun 2026. Data Bank Mandiri, BCA, dan BNI menggunakan posisi Juni 2026, sedangkan data BRI menggunakan posisi Triwulan I atau Maret 2026. Oleh karena itu, perbandingan ini menggambarkan data terbaru yang tersedia dari masing-masing bank, tetapi belum sepenuhnya menggunakan periode yang sama.

Daftar Referensi

  1. Otoritas Jasa Keuangan. (2026). Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan – RDKB Juni 2026.
    https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Juni-2026.aspx
  2. Investor Daily. (2026). Laba Bank Mandiri (BMRI) Semester I 2026.
    https://investor.id/market/447635/laba-bank-mandiri-bmri-semester-i2026
  3. Kontan. (2026). Adu Kinerja Bank Besar pada Kuartal I 2026, Siapa Jawaranya?
    https://keuangan.kontan.co.id/news/adu-kinerja-bank-besar-pada-kuartal-i-2026-siapa-jawaranya
  4. Bank Central Asia. (2026). Laporan Keuangan Publikasi Bulanan Juli 2026.
    https://www.bca.co.id/-/media/Feature/Report/File/S8/Laporan-Bulanan/2026/20260814-laporan-keuangan-publikasi-bulanan-juli-2026-ind.pdf
  5. Bisnis Indonesia. (2026). Rapor Kinerja Bank KBMI IV Semester I 2026: Bank Mandiri, BNI, BCA.
    https://finansial.bisnis.com/read/20260810/90/1994867/rapor-kinerja-bank-kbmi-iv-semester-i2026-bank-mandiri-bni-bca
  6. Kontan. (2026). Menengok Struktur Pendanaan Sejumlah Bank Besar di Paruh Pertama 2026.
    https://keuangan.kontan.co.id/news/menengok-struktur-pendanaan-sejumlah-bank-besar-di-paruh-pertama-2026
Bank Data
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Lainnya

10 PROVINSI DENGAN RASIO...
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Rasio Jenis Kelamin (RJK) atau Ratio Gender merupakan indikator yang digunakan...
Ming, 23 Agustus 2026 | 12:25
Penutupan Sidang Pleno Pengurus...
Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Sidang Pleno dengan semangat reflektif dan penuh harapan sebagai...
Kam, 13 Agustus 2026 | 3:05
Pembukaan Sidang Pleno Pengurus...
Telah berlangsung pembukaan Sidang Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026,...
Kam, 13 Agustus 2026 | 2:55
Seminar Hasil Penelitian Eksternal...
Ahad, 2 Agustus 2026 Telah berlangsung Seminar Hasil Penelitian Eksternal Lembaga LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 yang bertempat...
Sen, 3 Agustus 2026 | 2:41