Peran Dewan Redaksi di Dunia Publikasi
Peran Dewan Redaksi di Dunia Publikasi
Diterbitkan : Rab, 31 Juli 2019
Penulis : Divisi Humas
dewan-redaksi-300x183

Penyediaan referensi yang memadai didudukung dengan informasi yang semakin mudah dijangkau memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu wilayah. Referensi terkait penemuan terbaru seseorang akan menjadi bacaan yang inspiratif dan edukatif bagi para masyarakat. Hal tersebut memungkinkan masyarakat berkembang lebih maju dalam hal ilmu pengetahuan Ada begitu banyak jenis referensi yang dapat diakses maupun disitasi dan salah satunya yakni Jurnal Ilmiah. Pengelola Jurnal umumnya lebih dikenal dengan dewan redaksi. Dewan Redaksi memiliki fungsi meneruskan manfaat dari hasil penelitian yang telah dibuat baik itu oleh seorang akademisi, teknisi, maupun masyarakat pada umumnya. Jurnal Ilmiah adalah bentuk pemberitaan atau komunikasi yang memuat karya ilmiah dan diterbitkan terjadwal dalam bentuk eletronik maupun cetak (Menristekdikti, 2018)

Setiap jurnal memiliki scope yang berbeda mulai dari ilmu pendidikan, ilmu sains dan beragama disiplin ilmu lainnya. Merujuk pada (MenristekDikti, 2018) Jurnal Ilmiah memiliki peran:

  1. Meregistrasi kegiatan kecendekiaan
  2. Mengarsipkan temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuan
  3. Mengakui hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah
  4. Mendesiminasikan hasil kegiatan kecendekiaan
  5. Mendesiminasikan hasil pengabdian masyarakat
  6. Melindungi hasil karya peneliti

Merujuk dari pernyataan tersebut, maka Dewan redaksi berperan dalam merekap hasil penelitian para peneliti. Selanjutnya rekap hasil penelitian tersebut akan dipublikasi dalam bentuk terbitan dalam jurnal cetak maupun jurnal online. Proses artikel hingga akhirnya dipublikasi dilakukan dengan bantuan dari Reviewer. Reviewer adalah dosen yang berkualifikasi sesuai denan bidang ilmu yang mewakili bidang ilmu pengetahuan, teknologi. Dan/seni (MenristekDikti, 2019)

Dewan Redaksi memiliki andil yang besar untuk turut partisipatif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan scope jurnal yang dikelolanya mengingat bahwa jurnal ilmiah menjadi acuan primer dalam melakukan penelitian. Data dari Scimagojr.com (2019) menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan 48 dengan total dokumen publikasi 110160, Singapura menempati urutan 32 dengan total dokumen publikasi 292560, dan Malaysia menempati urutan 32 dengan total dokumen publikasi 286411. Data tersebut menunjukan bahwa Indonesia masihlah sangat tertinggal dibandingkan negara tetangga dalam hal publikasi ilmiah. Kesadaran para peneliti terus melakukan riset dan melakukan publikasi penelitian dalam suatu institusi akan menjadi satu faktor yang meningkatkan publikasi suatu negara. Peningkatan publikasi menjadikan informasi terkait perkembangan ilmu pengetahuan tersampaikan lebih cepat.

Daftar Pustaka

Scimago. (2019, July 31). Scimago Journal and Country Rank. Retrieved from Scimago: https://www.scimagojr.com/journalrank.php

Menristekdikti. (2018). Akreditas Jurnal Ilmiah. Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Lainnya

MANDIRI VS BRI VS...
Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui berbagai...
Kam, 27 Agustus 2026 | 4:54
10 PROVINSI DENGAN RASIO...
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Rasio Jenis Kelamin (RJK) atau Ratio Gender merupakan indikator yang digunakan...
Ming, 23 Agustus 2026 | 12:25
Penutupan Sidang Pleno Pengurus...
Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Sidang Pleno dengan semangat reflektif dan penuh harapan sebagai...
Kam, 13 Agustus 2026 | 3:05
Pembukaan Sidang Pleno Pengurus...
Telah berlangsung pembukaan Sidang Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026,...
Kam, 13 Agustus 2026 | 2:55