PEMANFAATAN TEKNOLOGI HYBRID DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA
PEMANFAATAN TEKNOLOGI HYBRID DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA
Diterbitkan : Sel, 14 Mei 2019
Penulis : Divisi Humas
Starting-Hybrid-Standar

Era globalisasi semakin hari semakin berkembang di segala aspek kehidupan tidak terkecuali pada aspek transportasi. Semakin berkembang zaman semakin berkembang juga transportasi. Menurut (aminah, 2018) transportasi merupakan komponen utama dalam sistem hidup dan kehidupan, sistem pemerintahan, dan sistem kemasyarakatan. Pernyataan di atas dapat diartikan bahwa transportasi sebagai komponen utama kehidupan tidak dapat dilepaskan dengan kehidupan manusia. Ada tiga jenis transportasi yang paling umum kita kenal yaitu darat, laut, dan udara. Namun, sebagian besar dari moda transportasi bermotor masih menggunakan bahan bakar fosil.

Menurut KBBI bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang terbentuk dari binatang atau tumbuhan yang hidup dan mati pada jutaan tahun yang lalu. Pernyataan di atas menunjukkan butuh waktu yang lama untuk menghasilkan bahan bakar fosil. Selain itu, hasil pembakaran bahan bakar fosil pada mesin bermotor juga tidak ramah terhadap lingkungan. Pernyataan di atas sejalan dengan penyataan yang dikemukakan oleh (Handayani, 2007) pembakaran bahan bakar fosil telah memberi dampak negatif terhadap lingkungan. Bahan bakar fosil yang selama ini kita gunakan untuk kendaraan bermotor seperti motor, mobil, dan lain-lain, ternyata dapat memberikan dampak yang buruk seperti salah satu contohnya pencemaran udara. Pencemaran udara akibat bahan bakar fosil akan memberi banyak dampak negatif bagi kehidupan, hasil pembakaran dari motor bakar dalam akan membuat udara menjadi tidak sehat. Dampak negatif dari pencemaran udara juga di kemukakan oleh (Nurbiantara, 2010) bahwa pencemaran udara memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi paru-paru polisi lalulintas. Selain itu akibat dari pembakaran bahan bakar fosil pada motor pembakaran dalam dapat membuat lapisan ozon di Bumi semakin tipis.  Dengan adanya dampak negatif seperti yang dipaparkan di atas, kita harus bijak dalam menggunakan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil yang selama ini kita pakai seharusnya sudah sedikit dialihkan ke sumber daya yang lebih ramah lingkungan. Salah satu kendaraan yang memiliki teknologi ramah lingkungan yaitu kendaraan berteknologi hybrid.

Menurut (Trianto, 2009) teknologi hybrid pada kendaraan bermotor adalah gabungan mesin pembakar dalam dengan motor listrik. Kendaraan hybrid yang menggabungkan antara mesin pembakaran dalam dengan motor listrik akan lebih menghemat penggunaan bahan bakar karena pada saat mobil mulai bergerak maka gerakan dari mobil akan diubah menjadi energi listrik, sehingga motor listrik dapat menggerakkan mobil. Saat motor listrik mulai bergerak maka mesin pembakaran dalam akan lebih menghemat penggunaan bahan bakar yang ada di dalam kendaraan, sehingga mampu menekan penggunaan bahan bakar. Dengan adanya teknologi hybrid maka kendaraan-kendaraan akan lebih hemat dan ramah lingkungan. Kendaraan yang ramah lingkungan akan mendukung atau setidaknya mengurangi penyakit akibat polusi udara yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil.

Teknologi hybrid memiliki manfaat yang baik bagi kendaraan. Sehingga, teknologi hybrid harus dimanfaatkan dengan baik agar kendaraan-kendaraan dapat menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Dengan semakin berkembangnya kendaraan yang ramah lingkungan kita dapat membantu perkembangan teknologi di Indonesia maupun di Dunia. Teknologi hybrid tidak hanya dapat digunakan pada kendaraan karena nantinya dengan adanya perkembangan teknologi diharap teknologi hybrid ini mampu diterapkan pada mesin-mesin industri, dimana mesin-mesin industri juga memegang peran yang tinggi dalam pencemaran udara sehingga dengan adanya teknologi hybrid di industri diharapkan dapat membantu menekan pencemaran yang udara.

Daftar Pustaka

Aminah, S 2018. Transportasi Publik dan Aksesibilitas Masyarakat Perkotaan. jurnal teknik sipil. 1(9):11-42.

Handayani, S,U 2007. Pemanfaatan Bio Ethanol Sebagai Bahan Bakar Pengganti Bensin. Gema Teknologi. 2(15); 99-100.

Nurbiantara, S. 2010. PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP FUNGSI PARU PADA POLISI LALU LINTAS DI SURAKARATA (Doctoral dissertation, universitas sebelas maret).

Triyanto, B, dkk. 2009. Potensi Pembangkit Daya Termoelektrik untuk Kendaraan Hybrid. makara teknologi. 2(13): 53-54.

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Lainnya

MANDIRI VS BRI VS...
Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui berbagai...
Kam, 27 Agustus 2026 | 4:54
10 PROVINSI DENGAN RASIO...
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Rasio Jenis Kelamin (RJK) atau Ratio Gender merupakan indikator yang digunakan...
Ming, 23 Agustus 2026 | 12:25
Penutupan Sidang Pleno Pengurus...
Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Sidang Pleno dengan semangat reflektif dan penuh harapan sebagai...
Kam, 13 Agustus 2026 | 3:05
Pembukaan Sidang Pleno Pengurus...
Telah berlangsung pembukaan Sidang Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026,...
Kam, 13 Agustus 2026 | 2:55