Kebiasaan Begadang menimbulkan Gejala Insomnia
Kebiasaan Begadang menimbulkan Gejala Insomnia
Diterbitkan : Jum, 14 Februari 2014
Penulis : Divisi Humas

Semakin padatnya aktivitas, tugas, dan pekerjaan yang harus segera diselesaikan tidak berbanding lurus dengan waktu yang kita miliki. Tak sedikit dari kita yang menyelesaikan tugas tersebut hingga larut malam bahkan dini hari. Akibatnya waktu istirahat menjadi tidak efisien. Hal ini banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Kebiasaan buruk yang demikian kadang diabaikan oleh sebagian besar orang dan akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan dan merugikan diri sendiri. Hal yang lumrah ketika jadwal mahasiswa tidak menentu sehingga karena terlalu sibuk sering mengabaikan waktu untuk tidur. Padahal tidur sangat bermanfaat untuk menghilangkan zat-zat yang tertimbun dan tidak berguna didalam tubuh, memperbaiki selsel yang rusak, pergantian aktivitas kegiatan, juga menurunkan kerja jantung dan paru-paru (Endang, 1982).

Sering begadang mengakibatkan kontrol gula dalam darah menjadi tidak teratur sehingga memicu penyakit diabetes, gagal ginjal, dan jantung bahkan stroke, menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi terganggu dan mudah mengalami stress karena ketika waktu untuk tidur kurang dari 8 jam maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat menyebabkan stress. Kebiasaan begadang dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan gejala insomnia atau gejala sulit tidur.

Insomnia merupakan suatu keadaan dimana kuantitas dan kualitas tidur tidak seimbang. Insomnia adalah gejala yang disebabkan dua faktor keluhan yaitu kesulitan untuk tidur dan kesulitan untuk mempertahankan tidur (Kaplan, 1985). Ada banyak faktor yang menjadi penyebab gejala insomnia, misalnya karena depresi dan stress, penggunaan obat-obatan, kafein, nikotin maupun rokok, pola hidup yang tidak baik, waktu tidur terganggu karena padatnya pekerjaan, dan faktor-faktor lingkungan yang tidak mendukung. Untuk mengatasi kebiasaan begadang atau sudah terlanjur menimbulkan gejala insomnia, ada beberapa hal sederhana yang mudah dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan buruk tersebut, misalnya:

Olahraga secara teratur. Beberapa penelitian menyatakan bahwa melakukan olahraga secara teratur pada pagi hari dapat mengurangi penyakit, salah satunya insomnia.
Mengurangi makan makanan berat pada malam hari.
Mengurangi konsumsi minuman yang mengandung stimulan yang menyebabkan tubuh terjaga sepanjang malam misalnya teh, kopi, dan alkohol.
Bangun dan tidur secara teratur setiap hari, karena waktu tidur dan bangun yang tidak teratur dapat mengacaukan jadwal tidur seterusnya.
Kurangi menonton dan membaca majalah/novel sejam sebelum tidur
Lakukan aktifitas relaksasi secara rutin, misalnya mendengarkan musik, atau merendam kaki dengan air hangat selama ± 30 menit. Hal ini dapat merangsang tidur dan mengurangi ketegangan tubuh, karena menyebabkan efek sedasi.
Mengerjakan tugas atau pekerjaan lebih awal, sehingga tidak menyita waktu istrahat/tidur.
Merapikan ruangan dan tempat tidur, mengganti seprei dan sarung bantal agar tidur nyenyak dan nyaman.
 

Friday, 14 February 2014 00:00 KWU LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Lainnya

MANDIRI VS BRI VS...
Bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat. Dana tersebut dihimpun melalui berbagai...
Kam, 27 Agustus 2026 | 4:54
10 PROVINSI DENGAN RASIO...
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Rasio Jenis Kelamin (RJK) atau Ratio Gender merupakan indikator yang digunakan...
Ming, 23 Agustus 2026 | 12:25
Penutupan Sidang Pleno Pengurus...
Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Sidang Pleno dengan semangat reflektif dan penuh harapan sebagai...
Kam, 13 Agustus 2026 | 3:05
Pembukaan Sidang Pleno Pengurus...
Telah berlangsung pembukaan Sidang Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026,...
Kam, 13 Agustus 2026 | 2:55