Dilema Pembangunan Indonesia: Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terancam
Dilema Pembangunan Indonesia: Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terancam
Diterbitkan : Kam, 16 April 2026
Penulis : Divisi Humas
artikel 1

A. Pendahuluan

    Pembangunan ekonomi merupakan salah satu langkah utama negara dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di Indonesia, upaya ini diwujudkan melalui industrialisasi, pembangunan infrastruktur, serta pemanfaatan sumber daya alam yang mampu mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang kerja. Namun demikian, perkembangan tersebut juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, kerusakan tanah, dan peningkatan volume sampah akibat aktivitas industri, pertambangan, dan pembukaan lahan yang belum dikelola secara optimal.

    Perlindungan terhadap lingkungan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pembangunan. Aturan ini juga menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan hak setiap warga negara, sehingga negara bersama seluruh pihak terkait memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.

    Pembangunan ekonomi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, jika tidak dikendalikan dengan baik, aktivitas tersebut dapat menimbulkan tekanan besar terhadap lingkungan, seperti deforestasi serta pencemaran air dan udara (Anzarach et al., 2024). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan agar keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam tetap terjaga, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun di masa depan.

    B. Isi (Tinjauan Pustaka)

    Pembangunan ekonomi dapat dipahami sebagai proses peningkatan kapasitas produksi yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan masyarakat, serta perubahan struktur ekonomi (Irawan & Marita, 2024). Di Indonesia, proses ini banyak ditopang oleh sektor industri, pertambangan, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Namun di sisi lain, kegiatan tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti kerusakan hutan, pencemaran air dan udara, serta menurunnya kualitas ekosistem (Utami et al., 2024).

    Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi perlu dipadukan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan pendekatan ini, pembangunan diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan (Imriyani & Nuraini, 2024).

    C. Analisis dan Sintesis

    Dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat melalui pembangunan infrastruktur, perluasan sektor industri, dan meningkatnya investasi. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan lingkungan, seperti deforestasi, kerusakan akibat kegiatan pertambangan, serta meningkatnya jumlah sampah di wilayah perkotaan.

    Meskipun demikian, pembangunan ekonomi tetap diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga tidak dapat dihentikan. Yang perlu dilakukan adalah mengarahkan pembangunan agar lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, penerapan konsep pembangunan berkelanjutan menjadi sangat penting guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui kebijakan yang terintegrasi serta dukungan dari berbagai pihak.

    D. Kesimpulan

    Pembangunan ekonomi di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga membawa dampak terhadap lingkungan seperti kerusakan hutan, pencemaran, dan penurunan kualitas ekosistem. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui kebijakan yang tepat, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta keterlibatan semua pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang.

    REFERENSI

    Anzarach, M., Taufiqurokhman, & Yusuf, M. (2024). Sinergi Kebijakan Ekonomi dan Lingkungan: Menuju Pembangunan Berkelanjutan Synergy of Economic and Environmental Policies: Towards Sustainable Development.

    Imriyani, N. N., & Nuraini, I. (2024). Analisis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Mengurangi Kesenjangan di Provinsi Jawa Timur. 08(02), 210–222.

    Irawan, D., & Marita, A. C. (2024). Pendekatan ekonomi sirkular sebagai strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 13(1), 117–130.

    Utami, R. A. A., Juned, M., & Wdiastutie, S. (2024). Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam Hukum Lingkungan Hidup Nasional Negara-Negara Anggota ASEAN. 1–24.

    Blog
    0 0 votes
    Article Rating
    Subscribe
    Notify of
    guest
    0 Comments
    Oldest
    Newest Most Voted
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Artikel Lainnya

    Penutupan Upgrading Pengurus Harian...
    Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM...
    Sel, 14 April 2026 | 8:14
    Pembukaan Upgrading Pengurus Harian...
    Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM...
    Sel, 14 April 2026 | 7:55
    TOP 10 KAMPUS PERAIH...
    (Peringkat disusun berdasarkan Sistem Klasemen Olimpiade: Emas > Perak > Perunggu) Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas perguruan tinggi...
    Rab, 1 April 2026 | 1:22
    Rapat Kerja Pengurus Harian...
    Penulis : Divisi humas Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Rapat Kerja Pengurus Harian...
    Sen, 2 Maret 2026 | 11:06