Memasuki tahun 2026, antusiasme mahasiswa Indonesia terhadap Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data resmi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tercatat 25.253 proposal telah terkumpul dan memasuki tahap penilaian. Angka ini tidak hanya mencerminkan tingginya partisipasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana preferensi mahasiswa tersebar di berbagai skema PKM yang tersedia secara nasional.
1. PKM-Riset Eksakta (RE) = 4.948 Proposal
PKM-Riset Eksakta menempati posisi pertama dengan jumlah 4.948 proposal, menjadikannya skema paling dominan pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap penelitian berbasis sains dan teknologi masih sangat kuat. Skema ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, eksperimen, serta pemecahan masalah secara ilmiah dan sistematis. Dominasi ini sekaligus mencerminkan pentingnya penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
2. PKM-Kewirausahaan (K) = 4.190 Proposal
PKM-Kewirausahaan berada di posisi kedua dengan total 4.190 proposal, menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam bidang bisnis dan inovasi produk. Skema ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide usaha yang kreatif dan berkelanjutan. Tingginya angka partisipasi menandakan bahwa mahasiswa tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mulai fokus pada kemandirian ekonomi. Hal ini memperlihatkan berkembangnya jiwa entrepreneurship di kalangan generasi muda.
3. PKM-Pengabdian Masyarakat (PM) = 3.850 Proposal
PKM-Pengabdian Masyarakat menempati posisi ketiga dengan 3.850 proposal yang diajukan. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekitar. Skema ini mendorong mahasiswa untuk terjun langsung memberikan solusi nyata kepada masyarakat. Tingginya jumlah proposal juga mencerminkan komitmen mahasiswa dalam berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan sosial berbasis ilmu pengetahuan.
4. PKM-Riset Sosial Humaniora (RSH) = 3.808 Proposal
PKM-Riset Sosial Humaniora berada di posisi keempat dengan jumlah 3.808 proposal, hanya terpaut sedikit dari PKM-PM. Skema ini berfokus pada kajian fenomena sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan yang terjadi di masyarakat. Tingginya minat pada skema ini menunjukkan bahwa penelitian sosial tetap memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan analisis yang mendalam serta solusi berbasis data.
5. PKM-Karsa Cipta (KC) = 2.588 Proposal
PKM-Karsa Cipta menempati posisi kelima dengan 2.588 proposal, yang berfokus pada penciptaan produk inovatif. Skema ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi karya nyata yang aplikatif. Jumlah proposal yang cukup besar menunjukkan bahwa minat terhadap inovasi berbasis produk terus berkembang. Hal ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan kreativitas dengan solusi praktis terhadap suatu permasalahan.
6. PKM-Artikel Ilmiah (AI) = 2.115 Proposal
PKM-Artikel Ilmiah berada di posisi keenam dengan 2.115 proposal yang diajukan. Skema ini menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya tulis ilmiah yang sistematis dan berkualitas. Partisipasi pada skema ini menunjukkan pentingnya literasi akademik di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung penguatan budaya publikasi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik yang berkelanjutan.
7. PKM-Gagasan Futuristik Tertulis (GFT) = 1.901 Proposal
PKM-Gagasan Futuristik Tertulis menempati posisi ketujuh dengan 1.901 proposal yang masuk. Skema ini berfokus pada pengembangan ide-ide visioner yang berorientasi pada masa depan. Mahasiswa didorong untuk berpikir inovatif tanpa batasan implementasi jangka pendek. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan skema riset, peran skema ini tetap penting dalam mendorong lahirnya gagasan besar yang berpotensi menjadi solusi jangka panjang.
8. PKM-Penerapan Iptek (PI) = 675 Proposal
PKM-Penerapan Iptek berada di posisi kedelapan dengan 675 proposal yang diajukan. Skema ini menitikberatkan pada penerapan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Jumlah yang relatif lebih kecil menunjukkan bahwa skema ini membutuhkan kesiapan teknis yang lebih kompleks. Namun demikian, peranannya sangat penting dalam memastikan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
9. PKM-Video Gagasan Konstruktif (VGK) = 619 Proposal
PKM-Video Gagasan Konstruktif menempati posisi kesembilan dengan 619 proposal. Skema ini menggabungkan kreativitas ide dengan media visual sebagai sarana penyampaian gagasan. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan ide secara komunikatif dan menarik. Meskipun jumlahnya tidak sebesar skema lain, skema ini mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan.
10. PKM-Karya Inovatif (KI) = 559 Proposal
PKM-Karya Inovatif berada di posisi kesepuluh dengan 559 proposal yang diajukan. Skema ini berfokus pada pengembangan karya inovatif yang memiliki nilai guna tinggi. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan produk yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif. Meskipun berada di posisi terakhir, skema ini tetap memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.
Sumber Referensi:
Data PKM 2026: Rekapitulasi resmi jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui publikasi media sosial resmi. Link : https://www.instagram.com/p/DXorxScgfyS/
Panduan PKM 2026: Dokumen resmi Program Kreativitas Mahasiswa oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) sebagai acuan pelaksanaan dan jenis skema PKM.
Link : https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/unduh/panduan-pkm-2026/