AchievementAnxiety: Kecemasan Pencapaian Akademik dalam Lingkungan Sosial dan Keluarga
AchievementAnxiety: Kecemasan Pencapaian Akademik dalam Lingkungan Sosial dan Keluarga
Diterbitkan : Sen, 21 Oktober 2024
Penulis : Divisi Humas
front-view-man-experiencing-anxiety-scaled

Penulis: Muh. Naufal Zulfiqh Alexander

Pendahuluan

Kecemasan pencapaian atau achievement anxiety adalah sebuah fenomena yang sering dialami oleh individu yang merasa berada di bawah tekanan tinggi untuk memenuhi ekspektasi sosial atau keluarga terkait prestasi akademik. Menurut Guntur et al. (2022), kecemasan ini berasal dari perasaan takut gagal atau tidak memenuhi standar tertentu yang sering kali dikaitkan dengan pencapaian akademis. Dalam budaya yang menekankan kompetisi akademik, individu sering kali merasa nilai dan harga dirinya diukur dari prestasi yang mereka capai. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa kecemasan terkait pendidikan adalah salah satu yang paling tinggi, dengan prevalensi mencapai 74% (Marsidi et al., 2022). Kecemasan ini menjadi lebih besar ketika lingkungan keluarga atau sosial kerap membandingkan prestasi satu anak dengan yang lain, menciptakan tekanan emosional yang mendalam (Tuldjurin et al., 2024).

Pembahasan

Latar Belakang

Teori Perbandingan Sosial (Social Comparison Theory) yang dipopulerkan oleh Suls dan Wheeler (2011) menjelaskan bahwa individu cenderung mengevaluasi diri mereka berdasarkan perbandingan dengan orang lain, khususnya dalam hal prestasi akademik. Ketika seseorang terus-menerus dibandingkan dengan saudara, sepupu, atau teman sebayanya, mereka dapat mengembangkan rasa rendah diri dan kecemasan yang berkelanjutan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 35,1% mahasiswa di Maluku mengalami kecemasan sedang, sementara 16,7% mengalami kecemasan berat akibat masalah akademik (Mail et al., 2023). Hal ini menegaskan betapa besarnya dampak perbandingan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa, terutama ketika mereka tidak dapat memenuhi ekspektasi yang ditetapkan oleh keluarga atau lingkungan.

Lebih lanjut, kecemasan pencapaian juga dapat dikaitkan dengan konsep regulatory focus dari teori Regulatory Focus Theory, di mana individu yang memiliki fokus pada pencegahan (prevention focus) cenderung lebih takut gagal dan mengembangkan kecemasan yang lebih tinggi ketika dihadapkan pada tekanan untuk berhasil (Higgins, 2011).

Dampak Achievement Anxiety

Kecemasan pencapaian memiliki dampak luas terhadap kehidupan seseorang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Oematan (2013), kecemasan akademik sering kali disertai dengan perasaan takut gagal dan perfeksionisme, yang pada akhirnya dapat memicu masalah kesehatan mental seperti insomnia, depresi, serta gangguan makan (Guntur et al., 2022). Sebuah studi yang meneliti hubungan antara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang belum tuntas dengan tingkat kecemasan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak menyelesaikan studi tepat waktu memiliki tingkat kecemasan sedang hingga berat, dengan 72,7% mengalami kecemasan sedang (Tuldjurin et al., 2024).

Tidak hanya itu, kecemasan pencapaian juga sering kali berhubungan dengan ketidakmampuan individu untuk mengelola ekspektasi orang tua. Menurut Muhdi et al. (2024), dorongan orang tua yang berlebihan untuk memenuhi standar yang tinggi sering kali menjadi penyebab kecemasan karir dan akademik pada mahasiswa. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga harus memiliki keterampilan lain, seperti pengalaman organisasi dan magang, yang menambah tekanan bagi mereka.

Faktor-Faktor Pemicu

Beberapa faktor yang memicu kecemasan pencapaian di antaranya adalah tekanan dari keluarga dan ekspektasi yang tidak realistis. Menurut penelitian, mahasiswa yang merasa dibebani oleh ekspektasi tinggi orang tua mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan dukungan emosional (Tuldjurin et al., 2024). Keluarga yang terlalu fokus pada hasil akademik sering kali menciptakan lingkungan yang kompetitif, di mana anak-anak merasa diharuskan untuk selalu lebih baik daripada yang lain. Penelitian dari Chyani dan Putrianti (2022) menyebutkan bahwa harapan sosial yang terlalu tinggi, seperti yang dipicu oleh perkembangan media sosial, semakin memperparah fenomena ini dengan menampilkan kesuksesan orang lain secara konstan, sehingga individu merasa tidak pernah cukup baik.

Solusi dan Cara Mengatasi

Untuk mengatasi kecemasan pencapaian, penting untuk melakukan intervensi yang tepat, baik dari segi psikologis maupun sosial. Salah satu cara efektif untuk mengurangi tekanan ini adalah dengan merubah pola pikir terkait pencapaian. Van Lange (2011) menyarankan bahwa individu perlu belajar untuk menghargai proses daripada hasil akhir, serta mengembangkan apresiasi terhadap pencapaian pribadi yang tidak selalu harus dibandingkan dengan orang lain.

Selain itu, dukungan sosial, terutama dari keluarga, juga sangat penting. Orang tua harus belajar untuk memberikan dorongan yang bersifat membangun, bukan kritis. Muhdi Agung (2024) mengemukakan bahwa komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak dapat mengurangi kecemasan anak dalam mencapai standar yang ditetapkan keluarga.

Penutup

Achievement anxiety adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama tekanan sosial dan harapan keluarga. Fenomena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, perkembangan diri, dan kehidupan akademis seseorang. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih sehat dalam memahami dan mengelola ekspektasi pencapaian perlu diterapkan, baik dalam konteks keluarga maupun masyarakat, untuk mencegah dampak negatif kecemasan ini.

Referensi

Cahyani, B. H., & Putrianti, F. G. (2022). Perbedaan kecemasan mahasiswa tahun akhir dalam menghadapi dunia kerja pada masa pandemi berdasarkan jenis kelamin. Borobudur Psychology Review, 2(1), 01–08. DOI : https://doi.org/10.31603/bpsr.6572

Guntur, R., Prestifa, H., Mona, S., Saparwati, I., & Noer, I. A. (2022). Ego state dalam mereduksi anxiety atlet tae kwon do (studi kasus pada atlet PPOPD tae kwon do Kota Salatiga). Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 3995–4004.

Higgins, E. T. (2011). Regulatory focus theory. In P. A. M. Van Lange, A. W. Kruglanski, & E. T. Higgins (Eds.), Handbook of Theories of Social Psychology (pp. 483-505). SAGE Publications Ltd.

Mail, S., Huwae, L., & Santy, A. (2023). Description of the level of anxiety in the students of the clinical clerkship in the era of the Covid-19 pandemic in 2022. Jurnal Kesehatan, 5(1).

Marsidi, S. R., et al. (2022). Gambaran bentuk dan penyebab kecemasan dewasa awal pada masa transisi pandemi menuju endemi di Jakarta. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(7), 1–23.

Muhdi Agung, Q. A., Nur’Aini, S., & Wibowo, D. S. (2024). Kecemasan karir mahasiswa sarjana dan mahasiswa vokasi. Jurnal Psikologi, 1(3), 1-7.

Oematan, C. S. (2013). Hubungan antara prokrastinasi akademik dan prestasi akademik pada mahasiswa psikologi Universitas Surabaya, Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Suls, J., & Wheeler, L. (2011). Social comparison theory. In P. A. M. Van Lange, A. W. Kruglanski, & E. T. Higgins (Eds.), Handbook of Theories of Social Psychology (pp. 460-483). SAGE Publications Ltd.

Tuldjurin, J. R., Saimun, I., Thalib, A., & Elbetan, S. N. (2024). The relationship of the incomplete learning achievement index with the anxiety level of semester VI students at STIKES Pasapua Ambon. IAHSJ, 1(2), 1-4.

Van Lange, P. A. M. (2011). Theories of social psychology: Bridging theory and application in society. In P. A. M. Van Lange, A. W. Kruglanski, & E. T. Higgins (Eds.), Handbook of Theories of Social Psychology (pp. 1-9). SAGE Publications Ltd.

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

Dilema Pembangunan Indonesia: Ekonomi...
A. Pendahuluan Pembangunan ekonomi merupakan salah satu langkah utama negara dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di Indonesia, upaya...
Kam, 16 April 2026 | 7:59
Penutupan Upgrading Pengurus Harian...
Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM...
Sel, 14 April 2026 | 8:14
Pembukaan Upgrading Pengurus Harian...
Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus Harian LPM Penalaran UNM...
Sel, 14 April 2026 | 7:55
TOP 10 KAMPUS PERAIH...
(Peringkat disusun berdasarkan Sistem Klasemen Olimpiade: Emas > Perak > Perunggu) Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas perguruan tinggi...
Rab, 1 April 2026 | 1:22