Gerakan Sadar Gizi Anak Sebagai Upaya Penghapusan Kelaparan Di Indonesia
Gerakan Sadar Gizi Anak Sebagai Upaya Penghapusan Kelaparan Di Indonesia
Diterbitkan : Sab, 25 Maret 2017
Penulis : Divisi Humas

“Menolak pemenuhan hak asasi manusia berarti menantang kemanusiaan itu sendiri. Membuat seseorang berada dalam penderitaan dengan kelaparan dan hidup yang penuh kekurangan (kemiskinan) berarti tidak memanusiakan mereka”. –Nelson Mandela-

Salah satu masalah yang menjadi perhatian penting dari dulu sampai sekarang ini yaitu terjadinya kelaparan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Organisasi Pangan Dunia (FAO), diperkirakan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan (Utama, 2015). Penyebab utama terjadinya kelaparan tersebut yaitu kemiskinan. Masih banyak penduduk di Indonesia yang belum mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka khususnya di wilayah bagian timur Indonesia, seperti Maluku, NTT, dan Papua. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi, faktor ketidakterjangkauan wilayah, dan susahnya distribusi pangan di daerah tersebut. Menurut Mark Smulders, Kepala Perwakilan FAO Indonesia, menuturkan bahwa masih ada 20 juta orang yang kelaparan setiap hari (Utama, 2015). Hal ini berarti mereka tidak memiliki makanan yang cukup untuk dimakan. Akan tetapi, menurut Mark, angka tersebut sudah berkurang dibandingkan awal tahun 90-an saat FAO menghitung target pembangunan Millenium.

Meskipun angka kelaparan telah berkurang, akan tetapi Indonesia masih dinilai lambat dalam mengurangi jumlah penduduk yang kekurangan gizi, khususnya anak-anak di bawah usia lima tahun. Menurut Minarto, Direktur Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat dari Millenium Challenge Account Indonesia, menjelaskan 7,6 juta balita di Indonesia menderita stunting atau terhambat pertumbuhannya akibat kekurangan gizi kronis (UNICEF, 2012). Faktor ekonomi dan pendidikan menjadi penyebab tingginya angka balita stunting di Indonesia, khususnya di wilayah bagian timur Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia masih perlu melakukan langkah-langkah solutif untuk mengatasi kelaparan, khususnya pada anak balita. Gerakan sadar gizi anak adalah gerakan yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan nasional yang kondusif untuk gizi. Gerakan ini mengutamakan pemberian ASI bagi anak balita di bawah usia lima tahun. Selain pemberian ASI, makanan-makanan penunjang juga diberikan dengan memperhatikan kandungan atau gizi pada makanan tersebut. Peran orang tua dan kesehatan orang tua sendiri menjadi perhatian dalam gerakan ini. Hal tersebut dikarenakan kesehatan seorang ibu balita berpengaruh terhadap kualitas ASI yang dimilikinya. Dengan adanya gerakan ini, persentase balita stunting akan berkurang setiap tahunnya.

Sumber :

Utama, Ahadian. 2015. Penelitian FAO: 19,4 Juta Penduduk Indonesia Masih Alami Kelaparan. Artikel. https://www.google.co.id/amp/www.voaindonesia.com/amp/2817021.html. Diakses pada tanggal 19 Februari 2017.

UNICEF, 2012. Laporan Tahunan 2012. UNICEF INDONESIA.

Nalar Artikel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

TOP 10 KAMPUS PERAIH...
(Peringkat disusun berdasarkan Sistem Klasemen Olimpiade: Emas > Perak > Perunggu) Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas perguruan tinggi...
Rab, 1 April 2026 | 1:22
Rapat Kerja Pengurus Harian...
Penulis : Divisi humas Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Rapat Kerja Pengurus Harian...
Sen, 2 Maret 2026 | 11:06
Penutupan Musyawarah Besar ke-XVII...
Musyawarah Besar XVII LPM Penalaran UNM Ditutup, Estafet Kepemimpinan Resmi Beralih Musyawarah Besar (Mubes) XVII Pengurus Harian Lembaga...
Kam, 25 Desember 2025 | 12:38
Penetapan Ketua Umum LPM...
Muhammad Ammar Latif Resmi Ditetapkan sebagai Ketua Umum LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026 Muhammad Ammar Latif resmi ditetapkan...
Kam, 25 Desember 2025 | 12:37